Showing posts with label Terapi. Show all posts
Showing posts with label Terapi. Show all posts

Kanker Otak, Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

Posted by Unknown on Tuesday, August 14, 2012

Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa... Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.


Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:
  1. Sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
  2. Daya penglihatan berkurang
  3. Penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
  4. Gangguan berbicara
  5. Gangguan pendengaran
  6. Gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
  7. Gangguan saraf
  8. Anggota gerak melemah atau kejang
  9. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol
Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:
    • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
    • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
    • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker
    Pengobatan Kanker Otak

    Orang dengan kanker atau tumor otak memiliki beberapa pilihan pengobatan. Tergantung pada jenis dan stadium tumor, pasien dapat diobati dengan operasi pembedahan, radioterapi, atau kemoterapi. Beberapa pasien menerima kombinasi dari perawatan diatas.

    Selain itu, pada setiap tahapan penyakit, pasien mungkin menjalani pengobatan untuk mengendalikan rasa nyeri dari kanker, untuk meringankan efek samping dari terapi, dan untuk meringankan masalah emosional. Jenis pengobatan ini disebut perawatan paliatif.

    PEMBEDAHAN Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk tumor otak. Tujuannya adalah untuk mengangkat sebanyak tumornya dan meminimalisir sebisa mungkin peluang kehilangan fungsi otak.

    Operasi untuk membuka tulang tengkorak disebut kraniotomi. Hal ini dilakukan dengan anestesi umum. Sebelum operasi dimulai, rambut kepala dicukur. Ahli bedah kemudian membuat sayatan di kulit kepala menggunakan sejenis gergaji khusus untuk mengangkat sepotong tulang dari tengkorak. Setelah menghapus sebagian atau seluruh tumor, ahli bedah menutup kembali bukaan tersebut dengan potongan tulang tadi, sepotong metal atau bahan. Ahli bedah kemudian menutup sayatan di kulit kepala. Beberapa ahli bedah dapat menggunakan saluran yang ditempatkan di bawah kulit kepala selama satu atau dua hari setelah operasi untuk meminimalkan akumulasi darah atau cairan.

    Efek samping yang mungkin timbul pasca operasi pembedahan tumor otak adalah sakit kepala atau rasa tidak nyaman selama beberapa hari pertama setelah operasi. Dalam hal ini dapat diberikan obat sakit kepala.

    Masalah lain yang kurang umum yang dapat terjadi adalah menumpuknya cairan cerebrospinal di otak yang mengakibatkan pembengkakan otak (edema). Biasanya pasien diberikan steroid untuk meringankan pembengkakan. Sebuah operasi kedua mungkin diperlukan untuk mengalirkan cairan. Dokter bedah dapat menempatkan sebuah tabung, panjang dan tipis (shunt) dalam ventrikel otak. Tabung ini diletakkan di bawah kulit ke bagian lain dari tubuh, biasanya perut. Kelebihan cairan dari otak dialirkan ke perut. Kadang-kadang cairan dialirkan ke jantung sebagai gantinya.

    Infeksi adalah masalah lain yang dapat berkembang setelah operasi (diobati dengan antibiotic).

    Operasi otak dapat merusak jaringan normal. kerusakan otak bisa menjadi masalah serius. Pasien mungkin memiliki masalah berpikir, melihat, atau berbicara. Pasien juga mungkin mengalami perubahan kepribadian atau kejang. Sebagian besar masalah ini berkurang dengan berlalunya waktu. Tetapi kadang-kadang kerusakan otak bisa permanen. Pasien mungkin memerlukan terapi fisik, terapi bicara, atau terapi kerja.

    Radiosurgery stereotactic adalah tehnik "knifeless" yang lebih baru untuk menghancurkan tumor otak tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI digunakan untuk menentukan lokasi yang tepat dari tumor di otak. Energi radiasi tingkat tinggi diarahkan ke tumornya dari berbagai sudut untuk menghancurkan tumornya. Alatnya bervariasi, mulai dari penggunaan pisau gamma, atau akselerator linier dengan foton, ataupun sinar proton.

    Kelebihan dari prosedur knifeless ini adalah memperkecil kemungkinan komplikasi pada pasien dan memperpendek waktu pemulihan. Kekurangannya adalah tidak adanya sample jaringan tumor yang dapat diteliti lebih lanjut oleh ahli patologi, serta pembengkakan otak yang dapat terjadi setelah radioterapi.

    Kadang-kadang operasi tidak dimungkinkan. Jika tumor terjadi di batang otak (brainstem) atau daerah-daerah tertentu lainnya, ahli bedah tidak mungkin dapat mengangkat tumor tanpa merusak jaringan otak normal. Dalam hal ini pasien dapat menerima radioterapi atau perawatan lainnya.

    RADIOTERAPI

    Radioterapi menggunakan X-ray untuk membunuh sel-sel tumor. Sebuah mesin besar diarahkan pada tumor dan jaringan di dekatnya. Mungkin kadang radiasi diarahkan ke seluruh otak atau ke syaraf tulang belakang.

    Radioterapi biasanya dilakukan sesudah operasi. Radiasi membunuh sel-sel tumor (sisa) yang mungkin tidak dapat diangkat melalui operasi. Radiasi juga dapat dilakukan sebagai terapi pengganti operasi. Jadwal pengobatan tergantung pada jenis dan ukuran tumor serta usia pasien. Setiap sesi radioterapi biasanya hanya berlangsung beberapa menit.

    Beberapa bentuk terapi radiasi:

    Fraksinasi: Radioterapi biasanya diberikan lima hari seminggu selama beberapa minggu. Memberikan dosis total radiasi secara periodik membantu melindungi jaringan sehat di daerah tumor.

    Hyperfractionation: Pasien mendapat dosis kecil radiasi dua atau tiga kali sehari, bukan jumlah yang lebih besar sekali sehari.

    Efek samping dari radioterapi, dapat meliputi: perasaan lelah berkepanjangan, mual, muntah, kerontokan rambut, perubahan warna kulit (seperti terbakar) di lokasi radiasi, sakit kepala dan kejang (gejala nekrosis radiasi).

    KEMOTERAPI

    Kemoterapi, yaitu penggunaan satu atau lebih obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi diberikan secara oral atau dengan infus intravena ke seluruh tubuh. Obat-obatan biasanya diberikan dalam 2-4 siklus yang meliputi periode pengobatan dan periode pemulihan.

    Dua jenis obat kemoterapi, yaitu: temozolomide (Temodar) dan bevacizumab (Avastin), baru-baru ini telah mendapat persetujuan untuk pengobatan glioma ganas. Mereka lebih efektif, dan memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat-obatan kemo versi lama. Temozolomide memiliki keunggulan lain , yaitu bisa secara oral.

    Untuk beberapa pasien dengan kasus kanker otak kambuhan, ahli bedah biasanya melakukan operasi pengangkatan tumor dan kemudian melakukan implantasi wafer yang mengandung obat kemoterapi. Selama beberapa minggu, wafer larut, melepaskan obat ke otak. Obat tersebut kemudian membunuh sel kankernya.

    Efek samping dari kemoterapi, antara lain: mual dan muntah, sariawan, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, dan banyak lainnya. Untuk menangani efek samping dari kemoterapi, diskusikan hal ini dengan dokter Anda.
    More about → Kanker Otak, Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

    Pendidikan Seks untuk Anak Autis

    Posted by Unknown on Sunday, April 4, 2010

    Gangguan perkembangan, terutama dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan berperilaku, yang dialami oleh anak-anak autis membuat kebanyakan orangtua lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dan bidang akademik lainnya.

    Padahal, anak-anak berkebutuhan khusus juga akan berkembang menjadi seorang remaja, mengalami masa puber, dan tertarik pada hal-hal yang berbau seksualitas. Itu sebabnya anak-anak autis tetap perlu mendapatkan pendidikan seks sejak dini.

    Sementara itu, kebanyakan orangtua sering kali menghindari diskusi masalah seks dengan anak autis. Padahal, seorang remaja autis tidak punya pengetahuan yang cukup untuk mengerti soal seks karena keterbatasan kemampuan motorik dan perilaku.

    Itu sebabnya banyak anak autis punya masalah dalam hal seksualitas, misalnya kebiasaan memegang kemaluan atau menyentuh bagian privat tubuh orang lain.

    "Masalah-masalah tersebut biasanya baru disadari orangtua saat sudah menjadi masalah besar, misalnya anak terbiasa melakukannya di tempat umum. Ini karena orangtua tidak mencermati atau mengabaikan perilaku seks anaknya," ungkap Dra Dini Oktaufik, praktisi terapi perilaku.

    Dini menuturkan, seorang anak autis juga bisa berkembang layaknya seorang anak normal, baik fisik maupun hormonal. "Mereka juga akan mengalami perkembangan seksual dan punya dorongan yang sama seperti remaja normal," ungkapnya.

    Perlu dilatih

    Tidak mudah memang mengajarkan seksualitas kepada anak berkebutuhan khusus seperti anak autis. Namun, bila diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman anak dan dilakukan secara berulang-ulang, maa anak akan mengerti.

    "Seks adalah sesuatu yang alamiah dan dorongan ini dimiliki semua manusia. Tak perlu kaget jika anak masturbasi karena itu dorongan naluri. Yang penting, ajarkan anak agar tidak melakukannya di sembarang tempat," ungkap Dini di acara Tanya Jawab Autisme yang diadakan oleh Masyarakat Peduli Autis Indonesia (Mpati) di Jakarta, Sabtu (3/4/2010).

    Dini menambahkan, sebelum mengajarkan hal-hal yang lebih rumit, seperti perubahan hormonal, yang pertama perlu dimiliki adalah kepatuhan anak. Misalnya, mengajari tentang penggunaan toilet, kebersihan badan, dan rasa malu.

    "Anak juga perlu memahami privasi dan bagian-bagian tubuhnya sendiri. Apa yang tidak boleh dipandang ketika berbicara dengan orang lain, serta sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain," paparnya. Untuk anak perempuan, ajarkan mengenai kebersihan saat menstruasi.

    Sikap orangtua dan terapis terhadap seksualitas akan memengaruhi pemahaman anak terhadap seks. Untuk itu, Dini menyarankan agar pertama-tama orangtua dan terapis menghilangkan pikiran tabu mengenai seks. "Kita tidak cukup mengasuh anak, tapi juga harus mendidiknya menjadi individu yang mandiri," katanya.
    More about → Pendidikan Seks untuk Anak Autis

    Terapi Listrik Bisa Bantu Sembuhkan Penyakit?

    Posted by Unknown on Friday, January 15, 2010

    Terapi listrik dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan membantu menyembuhkan penyakit seperti darah tinggi, diabetes, rematik, asam urat, kegemukan, dan kolesterol tinggi.

    "Lewat jari-jari tangan seorang penghusada terapi listrik, arus listrik yang kedengarannya menyeramkan dapat diubah sebagai energi penyembuh," kata seorang suhu terapi listrik Kusmanadji alias Cak Jie Koes di Bogor.

    Menurut Jie Koes, terapi listrik serupa dengan akupuntur. Kalau akupuntur memakai jarum, sedangkan terapi listrik dengan sentuhan jari yang mengeluarkan listrik. Secara prinsip, terapi listrik merupakan pemindahan energi listrik ke dalam badan penderita dan dikeluarkan melalui jari-jari untuk menyentuh simpul-simpol saraf dan mendorong aliran darah yang terhambat hingga lancar.

    Sekali pengobatan terapi listrik biasanya memakan waktu sekitar 30 menit, katanya. "Untuk terapi ini sekujur tubuh seorang pasien dipijat dengan tangan yang dialiri listrik. Dengan begitu, darah beku akibat makanan atau aktivitas yang dapat menyumbat peredaran darah ke jantung menjadi encer sehingga alirannya ke jantung kembali lebih lancar," kata Jie Koes.

    Selain memijat dengan jari yang teraliri arus listrik, penghusada memiliki teknik pengobatan teknik listrik lainnya yakni kaki penghusada menginjak besi yang dialiri listrik.

    "Pasien tak merasa sakit sebab sengatan listrik dan tubuh pasien tidak bergetar. Aliran listrik di stel sekecil mungkin agar pasien hanya merasa kesemutan di daerah bidikan alat. Arah pijatan harus menuju ke jantung," katanya.

    Jie Koes juga menguasai teknik penyembuhan dengan memadukan aliran listrik dan tenaga dalam. "Tenaga dalam mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Segala penyakit dapat ditolong asal bukan patah tulang," katanya. (Kompas)
    More about → Terapi Listrik Bisa Bantu Sembuhkan Penyakit?