Showing posts with label Pria. Show all posts
Showing posts with label Pria. Show all posts

Kenali TBC dan Cara Pengobatannya Secara Alami

Posted by Unknown on Saturday, August 11, 2012

Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga di dunia dalam masalah penyakit TBC ini.

Penyebab Penyakit (TBC)


Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).


Cara Penularan Penyakit TBC

Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk ke dalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.

Masuknya Mikobakterium tuberkulosa ke dalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.

Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembang-biakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang di dalam rongga paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.

Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.

1. Gejala umum (Sistemik)
- Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.
- Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
- Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

2. Gejala khusus (Khas)
- Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
- Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
- Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Penegakan Diagnosis pada TBC

Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC, Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain :

- Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya
- Pemeriksaan fisik secara langsung
- Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak)
- Pemeriksaan patologi anatomi (PA)
- Rontgen dada (thorax photo)
- dan Uji tuberkulin.

Pengobatan Penyakit TBC

Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.

Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obatan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal 'Triple Drug'.

Pengobatan Alternatif

Ada beberapa cara pengobatan alternatif pada TBC yaitu memakan makanan atau buah yang tinggi protein, kalsium, besi, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin A. Contohnya adalah buah pisang dan manggis. Sayur-sayuran hijau juga bagus untuk mengobati, hindari rokok dan alkohol selama masa pengobatan.
More about → Kenali TBC dan Cara Pengobatannya Secara Alami

Keju Bisa Bantu Mencegah Diabetes

Posted by Unknown on Wednesday, August 8, 2012

Ada kaber gembira bagi pencinta keju. Produk olahan susu yang kaya kalsium dan vitamin ini diketahui bisa membantu mengurangi risiko diabetes melitus. Tetapi tentu saja harus diimbangi dengan pola makan sehat serta aktif bergerak.
Penelitian awal yang dilakukan tim peneliti dari Eropa menyebutkan orang yang punya kebiasaan mengonsumsi keju beresiko 12 persen lebih rendah terkena diabetes dibanding orang yang tidak suka keju.

Penelitian yang dimuat dalam the American Journal of Clinic Nutrition ini mengkaji sejauh mana asupan produk olahan susu memengaruhi perkembangan diabetes tipe-2 di delapan negara Eropa.

"Asupan dari total produk susu tidak terkait dengan diabetes. Konsumsi keju yang merupakan salah satu produk susu cenderung memiliki hubungan terbalik dengan diabetes," kata peneliti.


Bagi mereka yang tidak menyukai keju tidak perlu cemas. Karena mengonsumsi susu campuran juga dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah, termasuk produk-produk fermentasi lainnya seperti yoghurt dan susu fermentasi.

Peneliti tidak dapat menjelaskan mengapa korelasi ini ada, tetapi mereka menduga bahwa itu ada hubungannya dengan proses fermentasi yang terlibat dalam pembuatan keju.

Meskipun dalam kesimpulan abstrak peneliti tidak memerinci negara mana yang diteliti, insiden diabetes mungkin akan cenderung lebih rendah bagi mereka yang memiliki gaya hidup lebih aktif. Peneliti juga menegaskan bahwa penurunan risiko diabetes pada populasi secara keseluruhan, semata-mata bukan hanya karena konsumsi keju saja.

Akan tetapi mereka yang sudah terlanjur menderita diabetes melitus, konsumsi keju sebaiknya dibatasi porsinya. American Diabetes Association merekomendasikan keju rendah lemak sebagai pilihan.
More about → Keju Bisa Bantu Mencegah Diabetes

Apel Bagus Untuk Turunkan Kolesterol

Posted by Unknown

Kebiasaan mengonsumsi apel, setidaknya dua buah setiap hari, ternyata efektif untuk mencegah penyakit jantung. Hal itu ternyata karena apel memiliki efek menurunkan kolesterol, terutama kolesterol jahat.

Manfaat apel untuk mencegah penyakit jantung tersebut lebih nyata pada perempuan yang sudah menopause. Wanita yang telah menopause memang beresiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

Dalam penelitian terbukti, wanita yang selama enam bulan rutin mengonsumsi apel setiap hari kadar kolesterolnya lebih rendah 25 persen dibanding mereka yang tidak makan apel.


Riset yang dimuat dalam jurnal Academy of Nutrition and Dietetics ini menunjukkan setelah tiga bulan, kadar kolesterol total dari kelompok pemakan apel turun sampai 9 persen dan kadar kolesterol jahat turun 16 persen.

Setelah enam bulan, penurunannya lebih tajam lagi, yakni kolesterol total turun 13 persen, dan kolesterol jahat sampai 24 persen.

Sebagai pembanding, dalam penelitian ini para peneliti juga menganalisa responden yang memakan buah prem (prunes). Pada kelompok ini juga terjadi penurunan kolesterol tetapi hanya sedikit.

Para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi apel berukuran sedang sebanyak dua buah setiap hari selama tiga bulan mampu menurunkan kolesterol. Sebelumnya penelitian di Polandia menyebutkan rutin mengonsumsi apel bisa menjauhkan seseorang dari penyakit kanker usus.
More about → Apel Bagus Untuk Turunkan Kolesterol

Es Krim Coklat Dapat Sembuhkan Batuk

Posted by Unknown

Umumnya masyarakat memiliki persepsi bahwa mengonsumsi es krim berpotensi mengakibatkan batuk. Suhu dingin es krim dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan batuk yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun penelitian Rilnia Metha Sofia, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, membuktikan es krim coklat justru bisa menjadi obat batuk.

Dalam presentasinya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) 25 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Selasa (10/7/2012) Rilna mengungkapkan es krim yang dibuat dari bahan coklat ternyata mengandung bahan makanan yang dapat menekan refleks batuk. "Cokelat mengandung zat tobromin yang secara signifikan dapat menekan refleks batuk. Cara kerja tobromin ini sama dengan cara kerja obat-obat batuk dalam meredakan batuk," kata Rilna saat mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Es Krim Coklat Sebagai Obat Batuk Antitusif" .


Suhu dingin es, menurut Rilna, justru dapat bekerja secara sinergis dengan tobromin untuk meredakan batuk. Menurutnya, dingin dengan suhu yang sangat rendah, memang dapat menyebabkan terjadinya cedera pada sel, termasuk pada sel saluran nafas sehingga menginduksi terjadinya batuk.

Namun, dingin dengan suhu yang lebih tinggi, justru dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah lokal tanpa menyebabkan cedera pada sel.
Dalam penelitiannya, Rilna menggunakan sampel yang terdiri dari 30 orang mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perilaku yang berbeda-beda. Satu kelompok diberi zat dalam obat batuk Dextrometorphan (DMP). Kelompok lain diberi krim coklat, es krim, dan es krim coklat sehingga dapat diketahui efek yang terjadi pada masing-masing kelompok.

"Efek mengonsumsi es krim coklat pada penderita batuk ternyata mirip dengan efek mengonsumsi DMP. Terlebih, es krim coklat tidak memiliki efek samping yang berarti jika digunakan sebagai obat. Rasanya yang enak akan meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, terutama anak-anak," lanjutnya. Hasil penelitian iniliah yang mengantarkan Rilna dan kawan-kawan lolos sebagai peserta PIMNas 25 kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P). (kompas)
More about → Es Krim Coklat Dapat Sembuhkan Batuk

Hati-hati Gunakan Obat Rambut Rontok

Posted by Unknown

Rambut botak seringkali membuat pria tidak percaya diri. Kebotakan biasanya terjadi karena rambut-rambut rontok karena faktor usia, pengaruh makanan, atau pikiran. Agar tidak mengurangi keelokan penampilannya, pria menggunakan obat untuk mengatasi rambut rontok.

Penelitian para ahli dari George Washington University mengindikasikan, para pria agar berhati-hati menggunakan obat untuk rambut rontok. Pria yang menggunakan obat rambut rontok Finasteride (Propecia) mengalami peningkatan risiko gejala depresi dan keinginan bunuh diri.

Sebelumnya, pada tahun 2011, ada penelitian yang menemukan bahwa Finasteride menyebabkan disfungsi seksual jangka panjang. Impotensi dan masalah seksual terkait, kata para peneliti, merupakan gejala paling umum efek samping obat ini. Pada beberapa pengguna, efek samping tidak dapat dihindari. Dua puluh persen dari para responden melaporkan mengalami disfungsi seksual lebih dari enam tahun setelah mereka berhenti memakai obat ini.


Studi terbaru ini, yang telah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Psychiatry, berawal dari temuan 61 mantan pengguna Finasteride yang mempunyai pengalaman kelainan seksual selama lebih dari tiga bulan. Di antara para responden, 11 persen mengalami depresi ringan, 28 persen mengalami depresi sedang, dan 36 persen persen gejalanya berat. 44 persen lainnya dilaporkan memiliki keinginan bunuh diri.

Sebagai perbandingan, peneliti mengelompokkan 29 orang yang mengalami kerontokan rambut tetapi tidak pernah memakai Finasteride. Sebanyak 10 persen dari mereka mengalami gejala depresi dan 3 persen dilaporkan memiliki keinginan bunuh diri. Semua pria ini dalam kondisi sehat, tidak memiliki catatan disfungsi seksual, dalam pengaruh obat medis juga kondisi kejiwaannya sehat.

"Riset ini menjadi sesuatu yang penting ketika Anda melihat seseorang berkeinginan bunuh diri. Berapa banyak kematian lagi yang perlu dipertimbangan akibat pengobatan sehingga membat Anda harus merubah label peringatan? Obat akan ditarik dari pasar walaupun hanya sedikit pasien yang mati," kata pimpinan penelitian Dr. Michael Irwig, asisten profesor jurusan Endokrinologi di George Washington University School of Medicine and Health Sciences.

Irwig tertarik melakukan penelitian finasteride setelah ia mendapati beberapa mantan pasiennya mengeluh mengalami disfungsi seksual jangka panjang. Setelah melakukan pencarian, ia menemukan lebih banyak pria melaporkan masalah serupa.
"Penelitian berawal dari keluhan ini, dan selama penelitian berlangsung banyak responden mengatakan mereka mengalami depresi dan masalah ingatan juga perubahan mental lainnya. Tentunya disfungsi seksual berhubungan erat dengan depresi. Tapi, ada sesuatu yang lain terjadi terkait kerja Finasteride yang menghambat enzim di otak," jelas Irwig.

Ia menduga, perubahan emosional dan mental seseorang setelah menggunakan obat ini erat kaitannya dengan pengaruh Finasteride yang bekerja di otak. Dalam klasifikasi obat, Finasteride dikenal sebagai 5 - alpha  yang menghambat produksi hormon tertentu.

Perusahaan farmasi Merck selaku produsen Propecia menyatakan bahwa obat tersebut telah terbukti efikasi dan keamanannya, serta melampirkan petunjuk penggunan pada label produk. Di label obat juga terdapat keterangan berisi manfaat beserta risikonya. "Kami menganjurkan pasien untuk berkonsultasi  dengan dokter apa bila ada keluhan mengenai kesehatannya atau mengenai penggunaan Propecia," ungkap salah seorang jurubicara Merck. (kompas)
More about → Hati-hati Gunakan Obat Rambut Rontok

Kurkuma dalam Kunyit Bisa Cegah Diabetes

Posted by Unknown on Tuesday, August 7, 2012

Selain sebagai bumbu dapur, kunyit ternyata berpotensi kuat mencegah diabetes berkat senyawa aktif dalam kunyit, yakni kurkuma. Sebelumnya kurkuma juga diketahui efektif membunuh sel kanker dan sebagai antimikroba.

Kurkuma mampu melawan inflamasi dan reaksi oksidatif yang merusak sel-sel tubuh. Kedua proses tersebut diketahui ada dalam berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe dua. Dalam penelitian selama 9 bulan, diketahui orang yang mengonsumsi suplemen ekstrak kurkumin satu dosis setiap hari bisa terhindar dari penyakit diabetes.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care itu melibatkan 240 orang Thailand yang menderita pradiabetes, suatu kondisi di mana kadar gula darah mereka melebihi normal namun belum termasuk diabetes. Jika tidak diatasi pradiabetes bisa menjadi diabetes.

Para responden dalam penelitian ini secara random diberikan kapsul kurkuma dan plasebo atau kapsul yang tidak memiliki zat aktif.

Setelah 9 bulan, sekitar 19 dari 116 orang dari kelompok plasebo menderita diabetes tipe dua. Sementara dari kelompok yang mendapat kurkuma tidak satupun menderita diabetes.

Karena penelitian ini dilakukan dalam periode yang singkat, maka para pakar diabetes menyatakan belum bisa menyimpulkan apakah ekstrak kurkuma layak dikonsumsi setiap hari. Meski konsumsi ekstrak kurkuma dalam bentuk suplemen belum dianjurkan, namun kita tetap bisa mendapatkan manfaat kurkuma melalui masakan berbumbu kunyit.
More about → Kurkuma dalam Kunyit Bisa Cegah Diabetes

4 Kegiatan ini Bisa Bikin Otak Tetap OK

Posted by Unknown on Friday, March 9, 2012

Sebuah riset terbaru yang melibatkan hampir 7.000 pegawai negeri sipil Inggris mengungkapkan bahwa fungsi otak manusia akan menurun setelah memasuki usia 45 tahun. Temuan ini sekaligus membantah riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa fungsi otak menurun pada usia 60 tahun.

Dr Michael Merzenich, profesor emeritus dari University of California, San Francisco Amerika Serikat, mengatakan, penurunan fungsi otak pada perempuan cenderung lebih lambat ketimbang pria karena perbedaan hormonal. Tapi apabila wanita telah melalui masa menopause, penurunan kognitifnya lamban laun akan setara dengan laki-laki memasuki usia 65 tahun, kata Merzenich.

Merzenich, yang juga CEO Scientific Learning Corporation dan Posit Science, telah mempelajari plastisitas otak selama bertahun-tahun. Perusahaannya telah mengembangkan program perangkat lunak untuk menguji dan memperkuat otak - semacam alat untuk "olahraga otak" dan dia menyamakan dengan latihan untuk tubuh. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf

"Anda benar-benar dapat melatih otak secara sistematis untuk menyempurnakan dan memperkuat kemampuannya dengan bentuk latihan intensif," katanya.

Merzenich mengatakan bahwa ada cara yang lebih sederhana untuk membantu meningkatkan fungsi otak, termasuk daya ingat, pengolahan, dan persepsi melalui kegiatan sehari-hari berikut ini:

1. Membaca

Selain memperluas wawasan dan informasi, membaca juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Riset 2009 yang dilakukan para ahli di Mayo Clinic menunjukkan bahwa membaca memberikan pengaruh positif khususnya pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua. Membaca buku dan kegiatan kognitif lainnya dapat menurunkan risiko gangguan kognitif ringan (MCI), yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

2. Berjalan dan melihat sekitar


Mengasah fungsi otak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, misalnya berjalan. Cobalah berjalan di sekitar lingkungan rumah Anda dan rekam semua yang Anda lihat. Setelah sampai di rumah, rekonstruksikan kembali secara rinci rute perjalanan dan segala macam hal yang Anda lihat.

"Ini adalah bentuk latihan mental yang sangat penting karena membuat mesin otak kita tetap hidup," kata Merzenich

3. Belajar sesuatu yang baru

Melakukan sebuah aktivitas yang baru dan belum pernah Anda lakukan sebelumnya terutama yang merangsang kerja otak patut Anda coba. Bermain catur atau mengisi TTS (teka teki silang) adalah salah satu bentuk permainan yang cukup menantang fungsi kognitif Anda. "Otak adalah mesin belajar dan pada dasarnya perlu belajar baru," katanya.

4. Ikut kegiatan sosial

Ikut terlibat dalam setiap kegiatan sosial sehari-hari sangat penting tidak hanya untuk menjauhkan Anda dari rasa kesepian tetapi juga untuk melatih bagian terpenting dari otak yang didedikasikan untuk kognisi sosial.

"Terlibat dalam sebuah kegiatan sosial sangat bernilai. Cara ini terbukti baik untuk kesehatan otak Anda," katanya.
More about → 4 Kegiatan ini Bisa Bikin Otak Tetap OK

Stroke: Penyakit Pembunuh Pria Dewasa

Posted by Unknown on Friday, January 15, 2010

Menjelang usia senja, biasanya orang khawatir dengan penyakit berat seperti jantung dan stroke. Tapi bila Anda berjenis kelamin pria, waspadalah, karena kemungkinan penyakit ini akan datang lebih dini.

Stroke adalah penyumbatan darah secara tiba-tiba ke otak. Kebanyakan stroke terjadi karena tersumbatnya sa-luran arteri yang mengalirkan darah me-nuju otak (stroke ischemic).

Selain itu dapat juga disebabkan oleh masuknya darah ke jaringan otak ketika saluran nadi darah terputus/ robek (stroke hemorrhagic). Jika gejala stroke berlangsung pada jangka waktu yang pendek (kurang dari satu jam), disebut stroke kecil atau (transient ischemic atack - TIA).

Stroke merupakan penyebab utama kelumpuhan dan merupakan penyebab kematian nomor tiga di Amerika. Lebih dari 600.000 orang Amerika terserang stroke setiap tahunnya dan 150.000 di antaranya meninggal. Gejala umum stroke adalah kelumpuhan pada wajah, tangan atau kaki, lebih sering kelumpuhan separuh badan.

Beberapa gejala awal stroke adalah:

  1. Mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada separuh badan
  2. Kebingungan, sulit berbicara atau memahami pembicaraan.
  3. Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata
  4. Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan koordinasi.
  5. Sakit kepala tanpa sebab yang jelas.

Bila Anda merasa atau menjumpai orang dengan gejala seperti di atas, segera hubungi dokter atau paramedis. Stroke masih dapat disembuhkan bila dikenali sejak dini. Waspadalah, sebab gejala yang timbul kemudian hilang dengan cepat, kemungkinan merupakan gejala awal yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Bila Anda pernah atau sedang menderita penyakit di bawah ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda:

Stroke kecil atau TIA

Tergantung dari penyebab stroke Anda, dokter akan memberikan resep atau melakukan operasi pengangkatan timbunan lemak pada arteri.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama bagi penyakit jantung atau stroke. Dokter mungkin akan menyarankan diet atau perubahan pada gaya hidup Anda, atau metode lain untuk menurunkan tekanan darah Anda

Diabetes

Tingginya kadar gula dalam darah juga dapat meningkatkan resiko Anda terkena stroke.

Penyakit jantung

Terutama ketidakteraturan detak jantung (atrial fibrillation), gangguan pada katup jantung, penyumbatan atau serangan jantung. Bila Anda menderita kondisi ini, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh Anda. (Indo Sehat)

More about → Stroke: Penyakit Pembunuh Pria Dewasa