Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

10 Cara Obati Flu dan Pilek Alami Tanpa Obat

Posted by Unknown on Monday, August 20, 2012

Pergantian musim kerap kali disertai dengan berjangkitnya penyakit flu. Tentu saja banyak pilihan obat yang dijual di pasaran untuk mengatasi sakit yang satu ini. Tapi bagi Anda yang lebih menyukai obat alami ada beberapa pilihan yang dapat Anda ambil.

1. Madu
Madu populer sebagai obat mujarab di beberapa budaya, menurut studi madu juga menunjukkan dapat membantu meringankan iritasi pada tenggorokan dan diyakini mengandung antioksidan dan anti bakterial. Madu juga terbukti meringankan batuk dan membantu tidur pulas pada anak-anak berusia satu tahun ke atas.

2. Bawang Putih
Bawang putih dipercaya memiliki banyak manfaat. Allicin adalah yang paling ampuh melawan flu. Menurut studi kandungan allicin dalam bawang putih dapat mengurangi resiko terjangkit flu dan menyembuhkan sakit flu dengan cepat. Tapi ada efek samping bagi penderita gula darah dan wanita hamil. Menurut tes bawang putih memang mampu membunuh virus influenza. Tambahkan bawang putih pada sop ayam, yang juga dipercaya meredakan gejala flu, lalu nikmati saat masih panas.


3. Bawang Merah
Kandungan dalam bawang merah tak jauh beda dengan bawang putih, yang mengandung kimia antiviral. Rendam potongan bawang merah mentah di madu, biarkan selama semalaman. Gunakan campuran ini seperti sirup obat batuk. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan banyak bawang merah dalam masakan saat sedang terkena flu.

4. Vitamin C
Memang berdasarkan penemuan baru vitamin C hanya mampu mencegah flu biasa dan mengurangi reaksi gejala-gejala flu. Namun meski demikian vitamin C tetap bermanfaat untuk melawan flu dan batuk.

5. Sup Ayam
Resep orang tua zaman dulu terbukti benar. Sup ayam dapat mengurangi inflamasi dan mempercepat jalannya lendir. Untuk hasil terbaik, buat sendiri sup ayam yang terdiri dari rebusan ayam, wortel, bawang merah, dan seledri. Rebus minimal 12 jam. Semakin lama direbus, semakin banyak kebaikan.


6. Ginseng
Ginseng dianggap sebagai suplemen herbal yang populer. Banyak manfaat dari ginseng ini mulai dari memperbaiki ingatan, memperbaiki konsentrasi, kelelahan, masalah yang berkaitan dengan penuaan, depresi ringan dan bahkan untuk ibu setelah melahirkan. Kandungan dalam ginseng meningkatkan sistem imun tubuh, untuk itu tak salah jika ginseng disebut berkhasiat sebagai obat flu.

7. Jahe
Jahe dipercaya sejak dulu kala sebagai obat tradisional China dalam memerangi gejala flu. Dalam pengobatan India, ayurveda juga dipercaya hal yang sama. Jahe panas ditambah jeruk nipis dan madu bisa dijadikan minuman di saat hujan. Tapi bagi yang baru menjalani operasi, sebaiknya hindari minum jahe selama dua minggu.


8. Zat Besi
Zat besi merupakan mineral esensial yang dibutuhkan lebih dari 300 enzim yang ada di dalam tubuh. Zat besi dapat Anda temukan pada makanan seperti daging, hati, seafood dan telur. Saat ini juga sudah tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Kenapa zat besi bermanfaat? Zat ini memiliki efek menguatkan sistem imun tubuh, mood, kehidupan seks dan kesehatan yang berhubungan dengan pernafasan. Saat Anda mendapatkan gejala-gejala flu awal, tambahkan asupan zat besi dalam diet Anda. Sebagai bonusnya, zat besi ini dapat sedikit membantu menurunkan gejala flu. 

9. Campuran Alkohol 
Alkohol dalam dosis tepat membantu Anda untuk istirahat. Campurkan dengan madu membantu Anda melawan rasa pegal dan mengeluarkan keringat yang membuat demam. Campurkan sedikit whiskey, rum, atau brandy dengan satu sendok teh madu, tiga sendok teh perasan lemon, dan teh favorit Anda (chamomile, teh mint)

10. Air Garam 
Garam meja dapat menjadi obat saat terkena flu karena cuaca. Efek dehidrasi dari garam dapat mengeluarkan cairan berlebih yang membuat tenggorokan bengkak sekaligus mematikan kuman. Saat merasa tenggorokan tidak enak atau berdahak, buat larutan garam dengan air hangat, dan kumur tiga kali sehari. Rasanya memang tidak terlalu enak, tapi efeknya cepat dan sangat membantu mengobati gejala flu. 
More about → 10 Cara Obati Flu dan Pilek Alami Tanpa Obat

Kanker Otak, Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

Posted by Unknown on Tuesday, August 14, 2012

Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa... Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.


Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:
  1. Sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
  2. Daya penglihatan berkurang
  3. Penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
  4. Gangguan berbicara
  5. Gangguan pendengaran
  6. Gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
  7. Gangguan saraf
  8. Anggota gerak melemah atau kejang
  9. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol
Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:
    • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
    • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
    • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker
    Pengobatan Kanker Otak

    Orang dengan kanker atau tumor otak memiliki beberapa pilihan pengobatan. Tergantung pada jenis dan stadium tumor, pasien dapat diobati dengan operasi pembedahan, radioterapi, atau kemoterapi. Beberapa pasien menerima kombinasi dari perawatan diatas.

    Selain itu, pada setiap tahapan penyakit, pasien mungkin menjalani pengobatan untuk mengendalikan rasa nyeri dari kanker, untuk meringankan efek samping dari terapi, dan untuk meringankan masalah emosional. Jenis pengobatan ini disebut perawatan paliatif.

    PEMBEDAHAN Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk tumor otak. Tujuannya adalah untuk mengangkat sebanyak tumornya dan meminimalisir sebisa mungkin peluang kehilangan fungsi otak.

    Operasi untuk membuka tulang tengkorak disebut kraniotomi. Hal ini dilakukan dengan anestesi umum. Sebelum operasi dimulai, rambut kepala dicukur. Ahli bedah kemudian membuat sayatan di kulit kepala menggunakan sejenis gergaji khusus untuk mengangkat sepotong tulang dari tengkorak. Setelah menghapus sebagian atau seluruh tumor, ahli bedah menutup kembali bukaan tersebut dengan potongan tulang tadi, sepotong metal atau bahan. Ahli bedah kemudian menutup sayatan di kulit kepala. Beberapa ahli bedah dapat menggunakan saluran yang ditempatkan di bawah kulit kepala selama satu atau dua hari setelah operasi untuk meminimalkan akumulasi darah atau cairan.

    Efek samping yang mungkin timbul pasca operasi pembedahan tumor otak adalah sakit kepala atau rasa tidak nyaman selama beberapa hari pertama setelah operasi. Dalam hal ini dapat diberikan obat sakit kepala.

    Masalah lain yang kurang umum yang dapat terjadi adalah menumpuknya cairan cerebrospinal di otak yang mengakibatkan pembengkakan otak (edema). Biasanya pasien diberikan steroid untuk meringankan pembengkakan. Sebuah operasi kedua mungkin diperlukan untuk mengalirkan cairan. Dokter bedah dapat menempatkan sebuah tabung, panjang dan tipis (shunt) dalam ventrikel otak. Tabung ini diletakkan di bawah kulit ke bagian lain dari tubuh, biasanya perut. Kelebihan cairan dari otak dialirkan ke perut. Kadang-kadang cairan dialirkan ke jantung sebagai gantinya.

    Infeksi adalah masalah lain yang dapat berkembang setelah operasi (diobati dengan antibiotic).

    Operasi otak dapat merusak jaringan normal. kerusakan otak bisa menjadi masalah serius. Pasien mungkin memiliki masalah berpikir, melihat, atau berbicara. Pasien juga mungkin mengalami perubahan kepribadian atau kejang. Sebagian besar masalah ini berkurang dengan berlalunya waktu. Tetapi kadang-kadang kerusakan otak bisa permanen. Pasien mungkin memerlukan terapi fisik, terapi bicara, atau terapi kerja.

    Radiosurgery stereotactic adalah tehnik "knifeless" yang lebih baru untuk menghancurkan tumor otak tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI digunakan untuk menentukan lokasi yang tepat dari tumor di otak. Energi radiasi tingkat tinggi diarahkan ke tumornya dari berbagai sudut untuk menghancurkan tumornya. Alatnya bervariasi, mulai dari penggunaan pisau gamma, atau akselerator linier dengan foton, ataupun sinar proton.

    Kelebihan dari prosedur knifeless ini adalah memperkecil kemungkinan komplikasi pada pasien dan memperpendek waktu pemulihan. Kekurangannya adalah tidak adanya sample jaringan tumor yang dapat diteliti lebih lanjut oleh ahli patologi, serta pembengkakan otak yang dapat terjadi setelah radioterapi.

    Kadang-kadang operasi tidak dimungkinkan. Jika tumor terjadi di batang otak (brainstem) atau daerah-daerah tertentu lainnya, ahli bedah tidak mungkin dapat mengangkat tumor tanpa merusak jaringan otak normal. Dalam hal ini pasien dapat menerima radioterapi atau perawatan lainnya.

    RADIOTERAPI

    Radioterapi menggunakan X-ray untuk membunuh sel-sel tumor. Sebuah mesin besar diarahkan pada tumor dan jaringan di dekatnya. Mungkin kadang radiasi diarahkan ke seluruh otak atau ke syaraf tulang belakang.

    Radioterapi biasanya dilakukan sesudah operasi. Radiasi membunuh sel-sel tumor (sisa) yang mungkin tidak dapat diangkat melalui operasi. Radiasi juga dapat dilakukan sebagai terapi pengganti operasi. Jadwal pengobatan tergantung pada jenis dan ukuran tumor serta usia pasien. Setiap sesi radioterapi biasanya hanya berlangsung beberapa menit.

    Beberapa bentuk terapi radiasi:

    Fraksinasi: Radioterapi biasanya diberikan lima hari seminggu selama beberapa minggu. Memberikan dosis total radiasi secara periodik membantu melindungi jaringan sehat di daerah tumor.

    Hyperfractionation: Pasien mendapat dosis kecil radiasi dua atau tiga kali sehari, bukan jumlah yang lebih besar sekali sehari.

    Efek samping dari radioterapi, dapat meliputi: perasaan lelah berkepanjangan, mual, muntah, kerontokan rambut, perubahan warna kulit (seperti terbakar) di lokasi radiasi, sakit kepala dan kejang (gejala nekrosis radiasi).

    KEMOTERAPI

    Kemoterapi, yaitu penggunaan satu atau lebih obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi diberikan secara oral atau dengan infus intravena ke seluruh tubuh. Obat-obatan biasanya diberikan dalam 2-4 siklus yang meliputi periode pengobatan dan periode pemulihan.

    Dua jenis obat kemoterapi, yaitu: temozolomide (Temodar) dan bevacizumab (Avastin), baru-baru ini telah mendapat persetujuan untuk pengobatan glioma ganas. Mereka lebih efektif, dan memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat-obatan kemo versi lama. Temozolomide memiliki keunggulan lain , yaitu bisa secara oral.

    Untuk beberapa pasien dengan kasus kanker otak kambuhan, ahli bedah biasanya melakukan operasi pengangkatan tumor dan kemudian melakukan implantasi wafer yang mengandung obat kemoterapi. Selama beberapa minggu, wafer larut, melepaskan obat ke otak. Obat tersebut kemudian membunuh sel kankernya.

    Efek samping dari kemoterapi, antara lain: mual dan muntah, sariawan, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, dan banyak lainnya. Untuk menangani efek samping dari kemoterapi, diskusikan hal ini dengan dokter Anda.
    More about → Kanker Otak, Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya

    Telur dan Rokok Adalah 'Pembunuh Jantung'

    Posted by Unknown on Monday, August 13, 2012

    Kandungan kolesterol dalam kuning telur bisa membahayakan jantung karena memicu pembentukan kerak atau plak kolesterol. Meski begitu, bahaya kuning telur bagi jantung cuma dua pertiga dari bahaya racun yang terkandung di asap rokok.

    Sebuah penelitian di Kanada membuktikan bahwa rokok dan kuning telur sama-sama meningkatkan risiko Atherosclerosis atau disebut juga penyakit arteri koroner. Penyakit ini merupakan salah satu pemicu serangan jantung dan stroke yang mematikan.

    Terlalu banyak mengonsumsi kuning telur sama bahayanya dengan kebiasaan rokok, meski dikatakan risiko mengonsumsi kuning telur hanya sekitar dua pertiga dari risiko saat merokok. Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa keduanya sama-sama harus dibatasi.


    Penelitian yang melibatkan 1.200 pasien di London Health Sciences Centre's University Hospital ini mengamati kebiasaan merokok dan mengonsumsi kuning telur. Terbukti, keduanya bisa memicu pembentukan kerak atau plak kolesterol di pembuluh darah.

    Plak yang terbentuk di dinding dalam pembuluh darah arteri itu bisa runtuh sewaktu-waktu dan memicu dampak yang sangat fatal. Pecahan dari plak yang terbawa ke sistem peredaran darah bisa menyumbat aliran darah ke jantung maupun otak sehingga memicu stroke atau serangan jantung.

    "Yang kami temukan adalah seiring bertambahnya usia, plak terbentuk secara bertahap. Kuning telur mempercepat proses ini, sekitar dua pertiga kali dibanding kebiasaan merokok," kata Dr David Spence yang memimpin penelitian itu.

    Risiko atherosclerosis umumnya meningkat setelah usia 40 tahun ke atas. Dalam penelitian ini, konsumsi 3 butir telur tiap pekan bagi orang Kanada bisa membuat risikonya meningkat secara signifikan dibanding yang mengonsumsinya 2 butir atau kurang dalam sepekan. (Detik/Sciencedaily)
    More about → Telur dan Rokok Adalah 'Pembunuh Jantung'

    Kenali TBC dan Cara Pengobatannya Secara Alami

    Posted by Unknown on Saturday, August 11, 2012

    Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga di dunia dalam masalah penyakit TBC ini.

    Penyebab Penyakit (TBC)


    Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).


    Cara Penularan Penyakit TBC

    Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk ke dalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.

    Masuknya Mikobakterium tuberkulosa ke dalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.

    Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembang-biakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang di dalam rongga paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.

    Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

    Gejala Penyakit TBC

    Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.

    1. Gejala umum (Sistemik)
    - Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
    - Penurunan nafsu makan dan berat badan.
    - Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
    - Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

    2. Gejala khusus (Khas)
    - Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
    - Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
    - Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
    - Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

    Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

    Penegakan Diagnosis pada TBC

    Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC, Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain :

    - Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya
    - Pemeriksaan fisik secara langsung
    - Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak)
    - Pemeriksaan patologi anatomi (PA)
    - Rontgen dada (thorax photo)
    - dan Uji tuberkulin.

    Pengobatan Penyakit TBC

    Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.

    Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obatan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal 'Triple Drug'.

    Pengobatan Alternatif

    Ada beberapa cara pengobatan alternatif pada TBC yaitu memakan makanan atau buah yang tinggi protein, kalsium, besi, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin A. Contohnya adalah buah pisang dan manggis. Sayur-sayuran hijau juga bagus untuk mengobati, hindari rokok dan alkohol selama masa pengobatan.
    More about → Kenali TBC dan Cara Pengobatannya Secara Alami

    Imunisasi pada Anak itu Penting

    Posted by Unknown

    Imunisasi tidak saja menjadi langkah preventif mencegah penularan penyakit, tapi juga investasi kesehatan buah hati di masa depan. Mau bukti?

    Siapa pun pasti mengenal imunisasi. Bahkan, mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendapatkan imunisasi saat kita masih kecil.

    Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit-penyakit tertentu.

    Sayangnya, masih ada kelompok masyarakat yang masih meragukan manfaat pemberian imunisasi kepada anaknya. Padahal, imunisasi tidak hanya menciptakan kekebalan tubuh, tapi juga penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit pada anak maupun orang-orang di sekitarnya.

    Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) masih merupakan penyebab kematian dan kecacatan anak. Sekira lima persen kematian pada anak balita diakibatkan oleh PD3I. Karena itu, upaya imunisasi sangat penting dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kematian tersebut.


    Terus diintensifkan

    Pemberian imunisasi di Indonesia pertama kali dilakukan pada 1956, diawali dengan imunisasi cacar. Sejak itu, cakupan dan jenis imunisasinya terus diperluas. Dewasa ini, ada lima vaksin yang diberikan Program Imunisasi pada bayi dan anak Indonesia untuk mencegah tujuh penyakit menular, yaitu Tuberkulosis, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, dan Hepatitis B.

    Kegiatan pemberian imunisasi juga semakin merata di seluruh wilayah. Kalau 2008 baru 68,3 persen dari 65.781 desa yang telah mencapai Universal Child Immunization (UCI), setelah akselerasi pada 2010, cakupannya mencapai 75,3 persen dari 75.990 desa.

    Salah satu contoh konkrit keberhasilan penting program imunisasi, yaitu bebasnya penyakit cacar. Pada 1974, Indonesia secara resmi dinyatakan negara bebas cacar. Sementara itu, kasus penyakit PD3I lainnya juga makin menurun. Campak misalnya, dari 24.388 kasus pada 2008, turun menjadi 17.139 kasus pada 2010. Tetanus neonatorum dilaporkan sebanyak 198 kasus pada 2008, beberapa tahun terakhir menjadi sekira 137 kasus.

    Untuk polio, walaupun sudah tidak ada lagi kasus polio dalam beberapa tahun ini, ancaman dari luar negeri masih tetap ada. Beberapa negara di dunia masih melaporkan adanya virus polio liar. Karena belum seluruh desa mencapai UCI, berarti masih ada kantung-kantung desa yang berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

    Untuk antisipasi keadaan tersebut, sejak 2009 telah dilakukan kampanye imunisasi tambahan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2009, tahap kedua pada 2010, dan tahap terakhir digelar pada 2011 di 17 provinsi di Indonesia dengan sasaran cakupan minimal 95 persen dari seluruh anak balita.

    Tahun ini, Indonesia bersama-sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara berkomitmen menjadikan 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI).

    Menyikapi isu

    Imunisasi tentu perlu mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini masih dijumpai sejumlah tantangan dalam pemberian imunisasi, antara lain pemahaman orangtua yang masih kurang di sebagian kalangan masyarakat, mitos yang salah terkait imunisasi, kendala geografis, sampai jadwal imunisasi yang terlambat.

    Masyarakat juga perlu lebih cermat dan berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi terkait imunisasi, misalnya menyikapi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang berat.

    Sebagai contoh, ketika wabah polio di Jawa Barat terjadi, beberapa anak lumpuh setelah mendapat vaksin polio. Dengan pemeriksaan virus (virologi) terbukti bahwa kelumpuhan tersebut diakibatkan virus polio liar yang sudah menyerang anak tersebut sebelum dia mendapat imunisasi polio.

    Demikian pula dengan kasus KIPI berat lainnya. Setelah diperiksa ahli-ahli di bidangnya, terbukti bahwa KIPI tersebut akibat penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, bukan akibat imunisasi.

    Untuk menyikapi kasus KIPI, sebaiknya masyarakat mengacu pada informasi yang diberikan oleh Komite Daerah (Komda) KIPI yang ada di provinsi atau Komite Nasional (Komnas) KIPI di Jakarta. Karena berita atau laporan kecurigaan adanya KIPI selalu dikaji secara ilmiah oleh ahli-ahlinya, seperti pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, dan imunologi yang ada di komite tersebut.

    Sejatinya, masyarakat tidak perlu ragu akan keamanan dan manfaat imunisasi. Saat ini, 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada  bayi dan balita.

    Bahkan, negara-negara dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi pun masih terus melaksanakan program imunisasi. Termasuk, negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan imunisasi lebih dari 85 persen.

    Pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih murah ketimbang terlanjur jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

    Jadi, imunisasi bisa dikatakan investasi kesehatan untuk masa depan. Sebaiknya, semua bayi dan balita diimunisasi secara lengkap. Dengan terhindarnya anak dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka memiliki kesempatan beraktivitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan. (okezone)
    More about → Imunisasi pada Anak itu Penting

    Hati-hati dengan Parasetamol pada Obat Sakit Kepala

    Posted by Unknown on Wednesday, August 8, 2012

    Penelitian mengindikasikan, jutaan orang di dunia mungkin berada pada risiko kelebihan dosis parasetamol. Penggunaan yang tidak sesuai anjuran dari obat-obat pereda sakit paling populer ini bukan hanya akan menimbulkan risiko overdosis, melainkan juga kerusakan pada organ hati.

    Kajian para ahlii dari Northwestern University di Chicago AS menyatakan, hampir 25 persen orang dewasa keliru dalam mengonsumsi parasetamol. Banyak di antara pasien meminum obat ini melebihi dosis yang direkomendasikan dalam kurun waktu 24 jam.

    Para pengguna kebanyakan menghiraukan instruksi dosis atau tata cara penggunaan, terutama kaum lanjut usia yang kerap lupa berapa tablet yang sudah mereka konsumsi. Ada pula pasien yang tidak menyadari kalau mereka sedang dalam perawatan menggunakan obat lain yang mengandung acetaminophen, bahan aktif  Parasetamol.

    Rekomendasi dokter untuk dosis maksimal parasetamol adalah delapan tablet 500 mg dalam sehari. Maksimal hanya dua tablet saja untuk sekali minum dalam setiap empat jam. Bila melebihi batas yang ditentukan, salah satu konsekuensinya adalah overdosis yang menyebabkan kerusakan liver dan penumpukan cairan di otak yang berisiko fatal.


    Dalam riset yang dimuat Journal of General Internal Medicine edisi online tersebut, Dr Michael Wolf melakukan kajian mengenai prevalensi penyalahgunaan acetaminophen dan kemungkinan overdosis. Wolf mewawancarai lebih dari 500 pasien dewasa yang berobat ke klinik di sejumlah kota di AS antara September 2009 hingga Maret 2011.

    Para peneliti menguji sejauhmana pemahaman pasien mengenai dosis dan kemampuan mengonsumsi obat acetaminophen secara tepat. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Lebih dari seperempat pasien berada dalam risiko overdosis karena mengonsumsi obat pereda sakit melebihi batas maksimal 4 gram dalam 24 jam. Selain itu, ada 5 persen pasien yang membuat kesalahan fatal karena menenggak obat lebih dari 6 gram dalam 24 jam. Sedangkan hampir 50 persen pasien berisiko overdosis karena melakukan "double-dipping" atau menenggak dua jenis obat yang mengandung acetaminophen.

    "Temuan kami mengindikasikan banyak konsumen yang tidak mengenal atau membedakan bahan aktif dalam obat pereda sakit yang dijual bebas, mereka juga tidak menyimak dengan cermat instruksi pada label kemasan obat," ujar Wolf.

    "Dengan adanya prevalensi, risiko signifikan dari efek buruk, dan minimnya pemahaman, seorang dokter seharusnya memberi panduan  dalam pengambilan keputusan dan menganjurkan pasien tentang penggunaan obat yang tepat," tambahnya.
    More about → Hati-hati dengan Parasetamol pada Obat Sakit Kepala

    Keju Bisa Bantu Mencegah Diabetes

    Posted by Unknown

    Ada kaber gembira bagi pencinta keju. Produk olahan susu yang kaya kalsium dan vitamin ini diketahui bisa membantu mengurangi risiko diabetes melitus. Tetapi tentu saja harus diimbangi dengan pola makan sehat serta aktif bergerak.
    Penelitian awal yang dilakukan tim peneliti dari Eropa menyebutkan orang yang punya kebiasaan mengonsumsi keju beresiko 12 persen lebih rendah terkena diabetes dibanding orang yang tidak suka keju.

    Penelitian yang dimuat dalam the American Journal of Clinic Nutrition ini mengkaji sejauh mana asupan produk olahan susu memengaruhi perkembangan diabetes tipe-2 di delapan negara Eropa.

    "Asupan dari total produk susu tidak terkait dengan diabetes. Konsumsi keju yang merupakan salah satu produk susu cenderung memiliki hubungan terbalik dengan diabetes," kata peneliti.


    Bagi mereka yang tidak menyukai keju tidak perlu cemas. Karena mengonsumsi susu campuran juga dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah, termasuk produk-produk fermentasi lainnya seperti yoghurt dan susu fermentasi.

    Peneliti tidak dapat menjelaskan mengapa korelasi ini ada, tetapi mereka menduga bahwa itu ada hubungannya dengan proses fermentasi yang terlibat dalam pembuatan keju.

    Meskipun dalam kesimpulan abstrak peneliti tidak memerinci negara mana yang diteliti, insiden diabetes mungkin akan cenderung lebih rendah bagi mereka yang memiliki gaya hidup lebih aktif. Peneliti juga menegaskan bahwa penurunan risiko diabetes pada populasi secara keseluruhan, semata-mata bukan hanya karena konsumsi keju saja.

    Akan tetapi mereka yang sudah terlanjur menderita diabetes melitus, konsumsi keju sebaiknya dibatasi porsinya. American Diabetes Association merekomendasikan keju rendah lemak sebagai pilihan.
    More about → Keju Bisa Bantu Mencegah Diabetes

    Apel Bagus Untuk Turunkan Kolesterol

    Posted by Unknown

    Kebiasaan mengonsumsi apel, setidaknya dua buah setiap hari, ternyata efektif untuk mencegah penyakit jantung. Hal itu ternyata karena apel memiliki efek menurunkan kolesterol, terutama kolesterol jahat.

    Manfaat apel untuk mencegah penyakit jantung tersebut lebih nyata pada perempuan yang sudah menopause. Wanita yang telah menopause memang beresiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

    Dalam penelitian terbukti, wanita yang selama enam bulan rutin mengonsumsi apel setiap hari kadar kolesterolnya lebih rendah 25 persen dibanding mereka yang tidak makan apel.


    Riset yang dimuat dalam jurnal Academy of Nutrition and Dietetics ini menunjukkan setelah tiga bulan, kadar kolesterol total dari kelompok pemakan apel turun sampai 9 persen dan kadar kolesterol jahat turun 16 persen.

    Setelah enam bulan, penurunannya lebih tajam lagi, yakni kolesterol total turun 13 persen, dan kolesterol jahat sampai 24 persen.

    Sebagai pembanding, dalam penelitian ini para peneliti juga menganalisa responden yang memakan buah prem (prunes). Pada kelompok ini juga terjadi penurunan kolesterol tetapi hanya sedikit.

    Para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi apel berukuran sedang sebanyak dua buah setiap hari selama tiga bulan mampu menurunkan kolesterol. Sebelumnya penelitian di Polandia menyebutkan rutin mengonsumsi apel bisa menjauhkan seseorang dari penyakit kanker usus.
    More about → Apel Bagus Untuk Turunkan Kolesterol

    Es Krim Coklat Dapat Sembuhkan Batuk

    Posted by Unknown

    Umumnya masyarakat memiliki persepsi bahwa mengonsumsi es krim berpotensi mengakibatkan batuk. Suhu dingin es krim dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan batuk yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun penelitian Rilnia Metha Sofia, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, membuktikan es krim coklat justru bisa menjadi obat batuk.

    Dalam presentasinya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) 25 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Selasa (10/7/2012) Rilna mengungkapkan es krim yang dibuat dari bahan coklat ternyata mengandung bahan makanan yang dapat menekan refleks batuk. "Cokelat mengandung zat tobromin yang secara signifikan dapat menekan refleks batuk. Cara kerja tobromin ini sama dengan cara kerja obat-obat batuk dalam meredakan batuk," kata Rilna saat mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Es Krim Coklat Sebagai Obat Batuk Antitusif" .


    Suhu dingin es, menurut Rilna, justru dapat bekerja secara sinergis dengan tobromin untuk meredakan batuk. Menurutnya, dingin dengan suhu yang sangat rendah, memang dapat menyebabkan terjadinya cedera pada sel, termasuk pada sel saluran nafas sehingga menginduksi terjadinya batuk.

    Namun, dingin dengan suhu yang lebih tinggi, justru dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah lokal tanpa menyebabkan cedera pada sel.
    Dalam penelitiannya, Rilna menggunakan sampel yang terdiri dari 30 orang mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perilaku yang berbeda-beda. Satu kelompok diberi zat dalam obat batuk Dextrometorphan (DMP). Kelompok lain diberi krim coklat, es krim, dan es krim coklat sehingga dapat diketahui efek yang terjadi pada masing-masing kelompok.

    "Efek mengonsumsi es krim coklat pada penderita batuk ternyata mirip dengan efek mengonsumsi DMP. Terlebih, es krim coklat tidak memiliki efek samping yang berarti jika digunakan sebagai obat. Rasanya yang enak akan meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, terutama anak-anak," lanjutnya. Hasil penelitian iniliah yang mengantarkan Rilna dan kawan-kawan lolos sebagai peserta PIMNas 25 kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P). (kompas)
    More about → Es Krim Coklat Dapat Sembuhkan Batuk

    Hati-hati Gunakan Obat Rambut Rontok

    Posted by Unknown

    Rambut botak seringkali membuat pria tidak percaya diri. Kebotakan biasanya terjadi karena rambut-rambut rontok karena faktor usia, pengaruh makanan, atau pikiran. Agar tidak mengurangi keelokan penampilannya, pria menggunakan obat untuk mengatasi rambut rontok.

    Penelitian para ahli dari George Washington University mengindikasikan, para pria agar berhati-hati menggunakan obat untuk rambut rontok. Pria yang menggunakan obat rambut rontok Finasteride (Propecia) mengalami peningkatan risiko gejala depresi dan keinginan bunuh diri.

    Sebelumnya, pada tahun 2011, ada penelitian yang menemukan bahwa Finasteride menyebabkan disfungsi seksual jangka panjang. Impotensi dan masalah seksual terkait, kata para peneliti, merupakan gejala paling umum efek samping obat ini. Pada beberapa pengguna, efek samping tidak dapat dihindari. Dua puluh persen dari para responden melaporkan mengalami disfungsi seksual lebih dari enam tahun setelah mereka berhenti memakai obat ini.


    Studi terbaru ini, yang telah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Psychiatry, berawal dari temuan 61 mantan pengguna Finasteride yang mempunyai pengalaman kelainan seksual selama lebih dari tiga bulan. Di antara para responden, 11 persen mengalami depresi ringan, 28 persen mengalami depresi sedang, dan 36 persen persen gejalanya berat. 44 persen lainnya dilaporkan memiliki keinginan bunuh diri.

    Sebagai perbandingan, peneliti mengelompokkan 29 orang yang mengalami kerontokan rambut tetapi tidak pernah memakai Finasteride. Sebanyak 10 persen dari mereka mengalami gejala depresi dan 3 persen dilaporkan memiliki keinginan bunuh diri. Semua pria ini dalam kondisi sehat, tidak memiliki catatan disfungsi seksual, dalam pengaruh obat medis juga kondisi kejiwaannya sehat.

    "Riset ini menjadi sesuatu yang penting ketika Anda melihat seseorang berkeinginan bunuh diri. Berapa banyak kematian lagi yang perlu dipertimbangan akibat pengobatan sehingga membat Anda harus merubah label peringatan? Obat akan ditarik dari pasar walaupun hanya sedikit pasien yang mati," kata pimpinan penelitian Dr. Michael Irwig, asisten profesor jurusan Endokrinologi di George Washington University School of Medicine and Health Sciences.

    Irwig tertarik melakukan penelitian finasteride setelah ia mendapati beberapa mantan pasiennya mengeluh mengalami disfungsi seksual jangka panjang. Setelah melakukan pencarian, ia menemukan lebih banyak pria melaporkan masalah serupa.
    "Penelitian berawal dari keluhan ini, dan selama penelitian berlangsung banyak responden mengatakan mereka mengalami depresi dan masalah ingatan juga perubahan mental lainnya. Tentunya disfungsi seksual berhubungan erat dengan depresi. Tapi, ada sesuatu yang lain terjadi terkait kerja Finasteride yang menghambat enzim di otak," jelas Irwig.

    Ia menduga, perubahan emosional dan mental seseorang setelah menggunakan obat ini erat kaitannya dengan pengaruh Finasteride yang bekerja di otak. Dalam klasifikasi obat, Finasteride dikenal sebagai 5 - alpha  yang menghambat produksi hormon tertentu.

    Perusahaan farmasi Merck selaku produsen Propecia menyatakan bahwa obat tersebut telah terbukti efikasi dan keamanannya, serta melampirkan petunjuk penggunan pada label produk. Di label obat juga terdapat keterangan berisi manfaat beserta risikonya. "Kami menganjurkan pasien untuk berkonsultasi  dengan dokter apa bila ada keluhan mengenai kesehatannya atau mengenai penggunaan Propecia," ungkap salah seorang jurubicara Merck. (kompas)
    More about → Hati-hati Gunakan Obat Rambut Rontok

    Kurkuma dalam Kunyit Bisa Cegah Diabetes

    Posted by Unknown on Tuesday, August 7, 2012

    Selain sebagai bumbu dapur, kunyit ternyata berpotensi kuat mencegah diabetes berkat senyawa aktif dalam kunyit, yakni kurkuma. Sebelumnya kurkuma juga diketahui efektif membunuh sel kanker dan sebagai antimikroba.

    Kurkuma mampu melawan inflamasi dan reaksi oksidatif yang merusak sel-sel tubuh. Kedua proses tersebut diketahui ada dalam berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe dua. Dalam penelitian selama 9 bulan, diketahui orang yang mengonsumsi suplemen ekstrak kurkumin satu dosis setiap hari bisa terhindar dari penyakit diabetes.

    Penelitian yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care itu melibatkan 240 orang Thailand yang menderita pradiabetes, suatu kondisi di mana kadar gula darah mereka melebihi normal namun belum termasuk diabetes. Jika tidak diatasi pradiabetes bisa menjadi diabetes.

    Para responden dalam penelitian ini secara random diberikan kapsul kurkuma dan plasebo atau kapsul yang tidak memiliki zat aktif.

    Setelah 9 bulan, sekitar 19 dari 116 orang dari kelompok plasebo menderita diabetes tipe dua. Sementara dari kelompok yang mendapat kurkuma tidak satupun menderita diabetes.

    Karena penelitian ini dilakukan dalam periode yang singkat, maka para pakar diabetes menyatakan belum bisa menyimpulkan apakah ekstrak kurkuma layak dikonsumsi setiap hari. Meski konsumsi ekstrak kurkuma dalam bentuk suplemen belum dianjurkan, namun kita tetap bisa mendapatkan manfaat kurkuma melalui masakan berbumbu kunyit.
    More about → Kurkuma dalam Kunyit Bisa Cegah Diabetes

    Sedikit Alkohol Bagus untuk Wanita

    Posted by Unknown on Friday, March 9, 2012

    Alkohol rupanya tidak selamanya berdampak buruk, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit dan tidak berlebihan. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit dapat mengurangi risiko terjadinya serangan stroke, khususnya di kalangan wanita.

    Dalam risetnya, para peneliti dari Amerika Serikat menganalisis data dari hampir 84.000 wanita yang merupakan bagian dari Nurses Health Study. Peserta diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau kanker pada saat pendaftaran dan diikuti perkembangannya selama hingga 26 tahun.

    Kemudian seluruh peserta wanita memberikan informasi tentang diet mereka, konsumsi alkohol, kebiasaan gaya hidup dan kejadian stroke. Selama masa tindak lanjut, peneliti menemukan ada 2.171 kasus stroke di antara relawan wanita tersebut.

    Monik Jimenez dan rekan dari Brigham and Women Hospital di Boston menemukan bahwa ada sekitar 30 persen wanita yang mengaku tidak pernah minum alkohol, 35 persen mengatakan peminum ringan, 37 persen peminum moderat, dan 11 persen mengatakan minum lebih dari satu gelas wine sehari.

    Hasil menunjukkan, perempuan yang minum alkohol dalam jumlah ringan atau sedang memiliki risiko lebih rendah terkena stroke ketimbang mereka yang tidak pernah minum. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk mereka yang minum alkohol dalam jumlah banyak. Temuan dipublikasikan secara online pada Maret 8 2012 dalam journal Stroke.

    Mereka yang minum ringan dikategorikan mengonsumsi alkohol hanya setengah gelas anggur (wine) sehari. Sedangkan peminum sedang mengonsumsi rata-rata satu setengah gelas anggur atau satu gelas bir setiap hari.

    Peneliti menjelaskan, ada komponen tertentu dari alkohol yang dapat mencegah pembekuan darah dan kolesterol yang terakumulasi dalam arteri, yang keduanya dapat menyebabkan stroke. Tetapi tingkat konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan ritme jantung yang disebut fibrilasi atrium, yang keduanya merupakan faktor risiko untuk stroke.

    Meskipun temuan ini menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko stroke pada wanita, tetapi hal ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.
    More about → Sedikit Alkohol Bagus untuk Wanita

    Kosmetik Anda bisa Berbahaya bagi Otak, Ginjal & Liver

    Posted by Unknown

    Berhati-hatilah dalam memilih produk kosmetik, terutama produk pencerah wajah. Beberapa produk bahkan bisa meracuni karena mengandung merkuri yang berbahaya untuk otak, ginjal, dan liver.

    Produk yang mengandung bahan berbahaya itu bukan cuma ditemukan di negara berkembang saja, di Amerika Serikat yang regulasinya terbilang ketat pun masih beredar produk yang berbahaya, terutama produk pencerah kulit dan anti penuaan untuk menghilangkan vlek dan kerutan.

    Menurut Dr.Linda Katz, direktur Food and Drug Administration bagian Cosmetics and Colors, merkuri adalah zat kimia yang dilarang dipakai dalam produk kosmetik atau obat, kecuali dalam kondisi khusus.

    Merkuri adalah logam berat yang bisa berdampak serius bagi kesehatan. Dalam konsentrasi kecil pun zat ini bersifat racun. "Zat ini bisa merusak ginjal dan sistem saraf, serta mengganggu perkembangan otak pada janin dan anak-anak," kata Dr.Charles Lee, penasehat medik senior dari FDA.

    Ia menambahkan, meski kita tidak menggunakan produk mengandung merkuri, tetapi zat kimia itu bisa kita hirup atau masuk ke pori-pori kulit apabila kita menyentuh kulit seseorang yang memakai produk mengandung merkuri.

    Hindari produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan seperti "mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury". Produk lain yang harus dihindari adalah yang mengandung asam retinoat dan zat warna rhodamin.

    Pemakaian asam retinoat bisa menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan cacat pada janin. Adapun zat pewarna merah Rhodamin B, yang umumnya dipakai untuk pewarna kertas atau tekstil, bisa mengakibatkan kanker dan kerusakan hati. (kompas)
    More about → Kosmetik Anda bisa Berbahaya bagi Otak, Ginjal & Liver

    5 Cara Ampuh Atasi Sakit Tenggorokan

    Posted by Unknown

    Jika tenggorokan terasa kering, bengkak dan sakit saat menelan, mungkin Anda sedang mengalami radang tenggorokan. Sakit atau radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek atau flu.

    Sakit tenggorokan biasanya akan sembuh dengan sendiri, meski pada beberapa kasus ada yang berkembang menjadi serius. Namun Anda tidak perlu cemas. Ada beberapa cara pengobatan sederhana yang mungkin bisa Anda coba lakukan di rumah, seperti dikutip Healthcastle berikut ini:

    1. Minum madu

    Madu dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, meski sampai saat para ahli belum sepenuhnya memahami cara kerja dari makanan ini. Namun yang pasti, madu mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Cara penggunaannya: campurkan 1-2 sendok makan madu ke dalam secangkir air panas.

    2. Berkumur dengan air garam

    Berkumur dengan air garam dapat mengurangi radang pada tenggorokan. Kenapa? Karena garam dapat menarik air keluar dari membran sel, sehingga cukup efektif mengurangi bengkak dan peradangan akibat sakit tenggorokan. Cara menggunakannya: tambahkan setengah sampai satu sendok teh garam untuk secangkir air hangat, dan berkumur dengan air campuran ini setidaknya sekali setiap jam.

    3. Teh hijau

    Sebuah riset menunjukkan bahwa peserta penelitian yang menggunakan ekstrak teh hijau mengalami peningkatan respon imunitas karena mereka dapat mengeluarkan hormon interferon, yang mampu melawan virus. Untuk hasil yang lebih baik, Anda dapat menambahkan madu ke dalam secangkir teh hijau.

    4. Cuka sari apel

    Meski tidak bisa menemukan bukti ilmiah tentang cara kerjanya, tetapi banyak orang mempercayai khasiatnya. Cara menggunakan: Campurkan satu sendok makan cuka sari apel dalam secangkir air hangat, kemudian dikumur dan telan.

    5. Pertimbangkan mengonsumsi vitamin D

    Sebuah riset pada 2007 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen Vitamin D setiap hari tiga peluangnya lebih kecil mengalami gejala pilek dan flu. Dengan kata lain, jika Anda mengonsumsi vitamin ini, maka daya tahan tubuh akan membaik dan gejala sakit tenggorokan berkurang.

    Perlu diingat, semua cara di atas sebaiknya dilakukan sebelum sakit tengorokan Anda parah. Bila sakit tak kunjung membaik dalam tiga hari, saatnya bagi Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. (kompas)
    More about → 5 Cara Ampuh Atasi Sakit Tenggorokan

    Jeruk Dapat Mencegah Penyakit Stroke

    Posted by Unknown

    Riset terbaru menunjukkan, mengonsumsi buah jeruk secara rutin dapat membantu mengurangi risiko stroke. Untuk studi ini, peneliti memusatkan perhatian pada senyawa yang disebut flavanone, yang terdapat dalam buah jeruk.

    "Data ini memberikan dukungan yang kuat untuk mengonsumsi lebih banyak buah jeruk sebagai konsumsi harian untuk mengurangi risiko stroke iskemik," kata pemimpin studi Aedin Cassidy, kepala nutrisi dari Norwich Medical School, University of East Anglia, Inggris.

    Ada kemungkinan bahwa flavanone dalam buah jeruk meningkatkan fungsi pembuluh darah atau mengurangi peradangan, yang telah dikaitkan dengan stroke, kata para peneliti.

    Cassidy mengatakan, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari flavanone, sebaiknya buah-buahan disajikan dalam bentuk jus dan tanpa tambahan gula.

    Penelitian ini dipublikasikan secara online pada 23 Februari 2012 dalam journal Stroke, yang risetnya didanai oleh US National Institutes of Health.

    Flavanones adalah jenis dari flavonoid yang selama dikenal karena kemampuannya dalam menekan kejadian risiko stroke lebih rendah. Selain buah dan sayuran, flavonoid juga banyak ditemukan dalam anggur merah dan coklat gelap.

    Untuk studi ini, para peneliti berfokus pada enam subkelas dari flavonoid, termasuk flavanone.

    Dalam risetnya peneliti mengevaluasi data dari U.S. Nurses Health Study selama 14 tahun. Penelitian ini melibatkan hampir 70.000 wanita, yang masing-masing melaporkan asupan makanan mereka setiap empat tahun dan termasuk rincian tentang konsumsi buah dan sayuran. Pada akhir penelitian diketahui bahwa ada sekitar 1.803 kasus stroke yang terjadi. Sekitar setengahnya mengalami stroke iskemik (tersumbatnya saluran pembuluh darah).

    Peneliti mengatakan, jumlah asupan flavonoid tidak mengurangi risiko stroke, tetapi asupan flavanone dapat mengurangi risiko stroke. Wanita yang mendapatkan asupan flavanone lebih banyak memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena stroke iskemik ketimbang mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah sedikit.

    Para peneliti menemukan bahwa 95 persen konsumsi flavanone berasal dari buah jeruk dan jus, terutama jeruk orange dan grapefruit. Peserta yang memakan buah atau jus jeruk paling banyak, risiko stroke berkurang sebanyak 10 persen.

    Wanita yang mendapat asupan terendah flavanone rata-rata mengonsumsi sekitar 150 miligram flavonoid per hari atau kurang. Sedangkan mereka yang mendapatkan asupan flavanone dalam jumlah banyak mengonsumsi sekitar 470 miligram sehari.

    Cassidy mengungkapkan, sepotong buah jeruk mengandung 45 sampai 50 miligram flavanone.

    Temuan juga menunjukkan bahwa mereka yang menjalankan diet tinggi flavonoid cenderung memiliki gaya hidup yang sehat seperti, jarang merokok, lebih sering berolahraga, makan lebih banyak serat, dan sedikit konsumsi kafein dan alkohol.

    Peneliti menegaskan bahwa hubungan antara diet tinggi flavanone dan rendahnya risiko stroke tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

    Penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami hubungan antara konsumsi flavanon dan risiko stroke, kata para peneliti. Meskipun studi ini hanya meliputi wanita, Cassidy menduga temuan akan berlaku untuk laki-laki. "Studi ini sekarang perlu dilakukan," kata Cassidy.

    Gardener Hannah, seorang ahli epidemiologi di University of Miami Miller School of Medicine departemen neurologi, mengatakan penelitian ini menambah informasi kepada kita untuk mengetahui hubungan antara makanan dan risiko stroke.

    "Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa semakin besar konsumsi buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko stroke," kata Gardener, yang tidak terlibat dalam studi.

    "Temuan ini menggarisbawahi pentingnya asupan buah dan sayuran, sekaligus memberikan bukti bahwa buah-buahan khususnya jeruk mungkin penting dalam hal mengurangi risiko stroke," tutupnya.
    More about → Jeruk Dapat Mencegah Penyakit Stroke

    Hati-hati Penggunaan Obat pada Ibu Hamil

    Posted by Unknown

    Ibu hamil sebaiknya berpikir ulang untuk menggunakan obat antidepresi atau antidepresan. Mengapa? Sebuah riset teranyar menunjukkan, ibu hamil yang mengonsumsi antidepresan tertentu mungkin lebih cenderung melahirkan bayi dengan ukuran kepala yang lebih kecil.

    Para peneliti mengatakan bahwa meskipun efek konsumsi obat antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dalam hal ini Paxil dan Prozac dapat membuat perasaan lebih rileks, tetapi hal ini dapat memicu risiko lebih tinggi kelahiran prematur.

    "Pertumbuhan tubuh janin adalah penanda kesehatan janin, dan pertumbuhan kepala janin adalah penanda untuk perkembangan otak," kata pemimpin penelitian, Hanan El Marroun, dari departemen psikiatri anak dan remaja di Sophia Children Hospital dan Erasmus Medical Center, Rotterdam , Belanda.

    "Kami menemukan, paparan obat antidepresan seperti SSRI selama masa kehamilan telah dikaitkan dengan penurunan pertumbuhan ukuran kepala, tetapi tidak memengaruhi pertumbuhan tubuh bayi," tambahnya.

    Peneliti juga menemukan bahwa ibu dengan depresi yang tidak diobati, berisiko memiliki bayi dengan pertumbuhan yang lebih kecil baik di tubuh dan kepala.

    "Jika depresi ini tidak diobati, itu mempengaruhi seluruh tubuh, tetapi jika ibu menggunakan SSRI, akan memengaruhi pertumbuhan kepala janin. Mungkin dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kepala bayi yang lebih kecil tidak terkait dengan depresi, melainkan oleh SSRI (obat depresi)," jelas Marroun.

    Marroun menerangkan, hal ini menunjukkan bahwa ketidakseimbangan dalam serotonin otak - bahan kimia yang membantu otak mengirim sinyal dari satu daerah ke daerah lain - tidak baik bagi otak perkembangan otak bayi, katanya.

    Terkait dengan temuan tersebut El Marroun supaya dokter tidak meresepkan SSRI bagi ibu hamil, dan mencari alternatif yang lain. "Kadang-kadang depresi dapat diobati tanpa obat," katanya.

    Laporan ini diterbitkan secara online pada 5 Maret 2012 dalam Archives of General Psychiatry.

    Dalam risetnya, El Marroun dan tim mempelajari hasil kelahiran pada hampir 7.700 wanita hamil. Di antara wanita tersebut, 91 persen di antaranya tidak memiliki gejala atau hanya mengalami depresi ringan dan sekitar 7 persen memiliki gejala depresi tetapi tidak menggunakan SSRI, sementara sisanya lebih dari 1 persen yang mengalami depresi juga mengonsumsi SSRI selama kehamilan.

    Hasil menunjukkan bahwa wanita yang mengalami depresi tetapi tidak mengonsumsi SSRI cenderung memiliki bayi dengan tubuh dan kepala lebih kecil. Sedangkan wanita yang menggunakan SSRI cenderung memiliki bayi dengan kepala yang lebih kecil tetapi bukan tubuh yang lebih kecil. Anak-anak dari ibu yang menggunakan SSRI memiliki lingkar kepala yang lebih kecil ketimbang anak dari ibu yang depresi tetapi tidak mengonsumsi SSRI, meskipun bayi-bayi ini juga mengalami gangguan pertumbuhan lingkar kepala.

    Peneliti mencatat bahwa lingkar kepala janin dapat menjadi indikator berat otak. Bahkan, ukuran kepala yang kecil pada bayi baru lahir sampai usia 4 minggu dapat menjadi indikasi adanya masalah perilaku dan gangguan kejiwaan. Namun El Marroun menegaskan bahwa penelitian ini hanya menunjukkan sebuah asosiasi dan bukan hubungan sebab-akibat antara SSRI, depresi dan hasil kelahiran.

    Sementara itu Michael O'Hara, seorang profesor psikologi dari University of Iowa di Iowa City mengatakan bahwa konsumsi obat depresi bukanlah satu-satunya untuk mengatasi depresi pada ibu hamil.

    Menurut O'Hara, perawatan psikologis untuk depresi dapat digunakan selama kehamilan, atau lebih awal bagi wanita yang merencanakan kehamilan mereka. "Perawatan psikologis memungkinkan seorang wanita untuk menghindari obat antidepresan, tapi pada saat yang sama mereka harus menerima perlakuan yang sangat baik untuk mengatasi depresi mereka," ucapnya.

    O'Hara menambahkan, meskipun beberapa wanita hamil depresi perlu antidepresan, sebagian besar tidak memerlukan pengobatan jika mereka menerima perawatan psikologis, seperti psikoterapi interpersonal atau terapi perilaku.
    More about → Hati-hati Penggunaan Obat pada Ibu Hamil